myAnjani

Rinjani the most Beautiful Mountain high, so perfect in the eye, makes every1 wanna hike. but Now I get the other "Rinjani" beside me last Forever. "Camilla Anjani Septiadi"

Perjalanan seribu kilometer diawali dari satu langkah.
Langkah pertama ini yang sering mengecohkan, dan akibatnya perjalanan tidak sampai seratus meter sudah terhenti.
Langkah pertama itu adalah persiapan perjalanan.
Itu ilmu yang mandasar yang saya dapat di KAMPALA (pada waktu itu) Thanks bank.

Pentingnya persiapan perjalanan karena bidang kegiatan KAMPALA berada di alam terbuka. Ancaman bahaya eksternal (berasal dari luar diri pelaku) seperti cuaca, medan, dan perizinan; serta bahaya internal (bahaya dari dalam hanya berupa ejekan kalo kecapean hehehehe) berupa hambatan fisik maupun psikologis, ada dalam setiap perjalanan kita.
Persiapan yang baik akan menghindari celaka dan menjamin keberhasilan.

Mengapa saya ingin sekali publis tulisan ini?
Karena didasari atas kerinduan saya akan suasana itu di tempo dulu (MissYou Guys).
Persiapan yang baik menjadi dasar dari manajemen resiko. Ancaman eksternal dan internal bisa ditanggulangi dan dikurangi jika dilakuan persiapan yang matang

Perencanaan
Perencanaan diawali dengan ide untuk melakukan perjalanan. Komponennya adalah tempat perjalanan, jumlah peserta, dan tujuan perjalanan itu sendiri.
Ambil contoh pendakian Gunung Gede yang fotonya baru saja banyak di publish oleh rekan-rekan saya (on facebook). Jika pendakian untuk rekreasi (itu biasanya tujuan kita), artinya sasaran kegiatan adalah kenyamanan dan perbanyak cemilan :) untuk dinikmati. Kesenangan hal pertama ”Puncak Gunung selanjutnya”
Komponen utama dalam kegiatan perjalanan adalah perizinan, transportasi (beli tiket) persiapan logistik, persiapan teknis. Mengenai gn tersebut bukan berarti meneliti, tetapi cukup baca brosur, buku, atau bertanya pertelepon ke pusat informasi daerah tujuan (Jagawana setempat).
Internet tentu saja jadi pilihan pertama. Lewatriset ini pertanyaan tentang izin, transportasi, jadwal dan logistik bisa kita dapat dan pastinya bentuk medan dan jumlah shalter disana. Data itu untuk menyusun perencanaan. Kegiatan itu mengigatkan saya kepada semua teman perjalanan saya (Chimot si suara lantang saat tertinggal jauh di hutan, Ukent pria poni yang tak lepas dari rokok, Chepi bocah kecil pendaki salak 2 dengan seorang diri ”ga takut lu Pih”, Lana ingat lu hampir jatuh di Salak 1, Mino pitak lu masih ada, Tile bocah tua nakal masih?, Kentung MS sepulang dari????Mandalawangi).
Gagal perjalanan karena perizinan menjadi hambatan ringan yang juga terjadi. Berangkat ke Cibodas untuk mendaki di Taman Nasional Gede Pangrango dan ternyata sampai di pintu masuk ditolak karena tidak bawa fotokopi KTP untuk aplikasi izin. Kejadian ini terjadi setiap pekan. Dan itu yang saya alami dulu.
Untuk sekarang semua jauh lebih mudah kita bisa booking dulu katanya macam Hotel aja nich Taman Nasional (Wooiii apa kabar rekan kita yang jauh disana yang mencoba untuk menikmati indahnya Alam Cipta Ilahi) f**k the role.
Mencapai Cibodas banyak sekali pilihan transportasi. Apabila dari bogor umumnya kita naik Colt L 300 (kalo ga salah) yang biasa disebut Colt Setaaaannnn bawanya dah kaya bawa kambing hajarrrr teruss.

“Checklist”

Sebelum hari Rekreasi biasanya hal ini yang paling seru Belanja Man (neangan jajablog jeung kemsut). Pada perjalanan ke Gunung Gede yang berlangsung dua hari satu malam, artinya akan dibutuhkan bahan makanan untuk hari pertama (makan pagi masih di desa tempat start) makan siang, snack sore, snack, snack, snack, snack and snack (kesenangan pertama) trus makan malam. Hari kedua makan pagi, makan siang (snack sore dan makan malam sudah beli di desa akhir perjalanan).Juga perlu ditambahkan cadangan makanan (baik snack maupun menu utama) karena kemungkinan perjalanan tertunda disebabkan ancaman eksternal internal (biasanya kita lebihkan menu utama untuk 1 atau 2 hari).
Dari daftar makan disusun menu, dari menu disusun item yang perlu diadakan, misalnya teh celup berapa bungkus, kopi instan, gula, beras, mi instant dan sebagainya. Jumlah peserta menentukan jumlah masing-masing item. Seluruh item ini masukan dalam daftar cek atau checklist. Checklist logistik bukan hanya makanan saja. Lama perjalanan juga bisa dirinci menjadi kebutuhan untukbermalam. Artinya harus ada tenda, alas tidur, selimut atau sleeping bag, dan untuk masak kompor beserta alat masak lainnya. Sedangkan perjalanan yang melibatkan bermalam artinya dibutuhkan juga perlengkapan pribadi untuk menahan dinginnya cuaca pada malam hari. Pakaian hangat, kaos kaki ekstra (jaket Armagedon yang di pake Chepi di Pangrango waktu itu juga keren J).Jadi perlengkapan akan terbagi dalam perlengkapan regu (tenda; alat masak; bahan makanan; alat navigasi; alat keselamatan; alat dokumentasi) dan perlengkapan pribadi (pakaian; makanan ringan; obat pribadi; alat kebersihan (hygene); PPE alat keselamatan pribadi – peluit atau biasa di KAMPALA (IIIIiiOOOOOO) untuk mengetahu jarak satu dengan yang lainnya apabila terpisah; alat dokumentasi pribadi so pasti jangan sampe ketinggalan (Tambah Nivea biar pas di foto ga kering tuh muka); alat penerangan (jangan senter yang dikocok pake tangan tar keram. Ukent Salak 2 J).
KemasanCoba lihat checklist apakah ada payung didalam daftar perlengkapan pribadi? Jika tidak ada tambahkan, karena di alam hujan bisa jadi penghambat. Basahnya perlengkapan tidur bisa mengakibatkan tidak ada tidur. Basahnya bahan makanan mengakibatkan tidak makan.Mengemas perlengkapan, termasuk mengemas diri sendiri agar tahan cuaca, harus dilakukan dalam persiapan perjalanan. Cara paling kedap untuk menghadapi hujan tropis yang lebat adalah mengemas terlebih dahulu dengan plastik sampah atuu pelastik belanjaan sehabis beli dan pakingan (kantong keresek).
TimSetelah dikemas maka akan terlihat ada bungkus tenda dan perlengkapan tim. Siapa yang harus memanggul beban ini? (Junioran J)Dalam semua kegiatan biasa dibentuk tim. Tujuannya untuk memperbesar keberhasilan, pembagian kerja. Dan melakukan perjalanan dengan teman umumnya lebih menyenangkan. Dikegiatan alam, memiliki rekan menjadi penting ketika harus menanggulangi ancaman bahaya.
DokumentasiPada perjalanan, maupun saat persiapan mencatat setiap keputusan, proses pengambilan keputusan, merekam gambar perlu dilakukan. Dokumentasi ini akan menjadi bahan untuk menyusun laporan yang merupakan penutup rangkaian kegiatan perjalanan.Dalam persiapan perjalanan upaya dokumentasi ini pun harus ditetapkan. Jenis rekaman gambar apa yang akan dibuat. Catatan apa dan disimpan dalam bentuk bagaimana. Bisa berupa data digital, atau sekadar coretan bolpen pada sobekan kertas. Dari catatan ini akan terhindar pengulangan, dan mungkin timbul kegiatan baru. (semoga KAMPALA masih menjalani ini sampai sekarang)

IngatBerikut ini Kode Pendakian yang dianut oleh The Mountaineer:
Tim pendaki minum tiga orang.
Selalu membawa perlengkapan sendiri: pakaian, makanan, peralatan lain.
Tim selalu bersama-sama untuk medan sulit, patuhi pimpinan.
Tidak bertindak diluar kemampuan dan pengetahuan pribadi.
Jangan membuat keputusan berdasarkan keinginan khususnya untuk rute.
Tinggalkan catatan jadwal perjalanan pada seorang yang bertanggungjawab.
Ikuti kaidah pendakian yang baik: jangan tinggalkan apa pun selain jejak jangan ambil apapun selain citra dan Foto.
Berlaku setiap saat yang tidak akan mencerminkan keburukan pada seluruh pendaki.

Penutup
Intinya mah ainggggg Rindu Barudak HALIMUN 13

2 comments:

semua ada waktunya bro....

kita akan berkumpul kembali
saat2 kita berceloteh bersama
mengenang masa lalu yg penuh darah dan amarah
canda dan tawa...

hahahhaha

see u @pengesahan kampala 25 bro...

Pastinya kita berkumpul Brother walau tidak dialam nyata tapi mimpi dan kenangan ada di memory gw...

Post a Comment

Apakah menarik blog yang sudah saya buat

Search This Blog

Followers