Kintamani, yang terletak di kabupaten Bangli, merupakan salah satu tempat wisata favorit pilihan wisatawan baik domestik maupun luar negeri.Umumnya di hampir semua travel agent atau tour operator di Bali, Kintamani masuk dalam rute perjalanan wisata.
Namun keberangkatan kami pada saat itu tidaklah menggunakan travel.
Keberangkatan kami sekitar pukul 8.00 pagi setelah kami melakukan breakfast di tempat dimana kami menginap. Sehubungan kami ber 4 belum pernah melakukan perjalanan kesana jadi sudah wajib hukumya kita bertanya dan mengambil beberapa peta yang tersedia di meja reception.
Setelah berbincang cukup lama, Kiki, Wulan, Saya dan Wanita terindah dalam hidupku kami ber-4 memutuskan untuk mengambil rute ke arah Ubud rute ini ditempuh sekitar 2 sampai 3 jam ”Katanya”.Daya tarik utama dari kawasan Kintamani adalah pemandangan Gunung dan Danau Batur. Gunung Batur merupakan gunung yang masih berstatus aktif dan tertinggi kedua setelah gunung Agung di Besakih (Kapan gw ke sana yach). Suasana inilah yang ingin kami nikmati suasana perbukitan yang segar dengan suhu udara sekitar 18 derajat celcius serasa ingin berpelukan selalu hehehe (belum nyampe udah pelukan mulu otaknya).
Perjalanan yang kita lalui 2 sampai 3 jam antara lain masuk kedalam pasar sukawati yang terkenal murah dengan barang-barang khas balinya (kita ga mampir yach, yang udah-udah juga belanjanya ampe kalap) tancap terus. Masuk area ubud ukiran dan anyaman khas Bali banyak terjual disini tak ketinggalan Tampaksiring pun kita lewati, Tampaksiring adalah istana yang dibangun setelah Indonesia merdeka berasal dari dua buah kata bahasa Bali, yaitu "tampak" dan "siring", yang masing-masing bermakna telapak dan miring. Konon, menurut sebuah legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas tapak kaki seorang raja yang bernama Mayadenawa. Raja ini pandai dan sakti, namun sayangnya ia bersifat angkara murka. (Gw baca di flayer yang dikasih Hotel hehehe) dan masih banyak terusannya kalo gw tulis udah pasti panjang.
Jalan perbukitan udah pasti berkelok lebih dari 3 jam Kintamani yang katanya elok pemandangannya bagai lukisan masih saja belum terlihat (Pantat gw panas man) apa lagi yang bawa mobil sory yach Ki hehehe.
Selang beberapa jam Kintamani pun terlihat jelas benar sudah pasti seperti lukisan, danau Volcanic yang luar biasa karna dibantu cahaya matahari yang benerang membuat awan biru itu semakin berkilau.
Kita sampai Sayang kita berfoto ria disini, makan pun jadi ritual utama karena perut sudah tidak bisa diajak kompromi, seru banget makan dengan latar belakang lukisan yang tak perlu di edit di photoshop hehehehe...

0 comments:
Post a Comment